SATUAN ACARA PENYULUHAN (MENARCHE)
I.
LATAR BELAKANG/
IDENTIFIKASI MASALAH
Menstuasi merupakan siklus alamiah tubuh
wanita untuk reproduksi. Sangatlah penting bagi setiap wanita untuk mengetahui
semua hal mengenai menstruasi terutama bagi mereka yang pertama kali
mengalaminya. Anak-anak perempuan yang tidak mengenal tubuh mereka dan proses
reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit atau
bahkan hukuman akan tingkah laku yang buruk. Anak-anak perempuan yang tidak diajari
untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa
malu yang amat dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Bahkan saat
menstruasi akhirnya dikenali sebagai proses yang normal, perasaan kotor dapat
tinggal sampai masa dewasa. Namun, dalam tahun-tahun belakangan ini pendidikan
anatomi dan fisiologi yang lebih baik telah menjadikan penerimaan akan
menstruasi. Malahan banyak wanita yang melihat menstruasi dengan bangga sebagai
proses yang hanya terjadi pada wanita. Beberapa keluarga bahkan memiliki
perayaan khusus untuk menghormati kedewasaan seorang wanita muda.
II.
PENGANTAR
Bidang Studi : Kesehatan Reproduksi
Pokok Bahasan : Menarche
Sub
Pokok Bahasan : Persiapan Menarche
Sasaran
: Siswi Remaja
Hari/Tanggal
: Sabtu, 18 September 2016
Waktu
: 45
Menit
Tempat
: Kampus
Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang
III.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
(TIU)
Setelah diberikan penyuluhan sasaran
diharapkan mampu memahami tentang menstuaisi dan hal-hal yang terkait lainnya,
serta remaja-remaja muda atau siswi-siswi menjadi siap dan paham mengenai
menarche yang fisiologis di alami oleh setiap wanita dan dapat memahaminya.
IV.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
(TIU)
1.
Menjelaskan
definisi Menstruasi
2.
menjelaskan
proses terjadinya menstruasi
3.
menjelaskan
PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4.
menjelaskan
cara mengatasi PMS
5.
menjelaskan
gangguan-gangguan menstruasi
6.
menjelaskan
cara mengatasi nyeri menstruasi
7.
menjelaskan
cara menjaga kebersihan saat menstruasi
V.
Garis Besar Materi
1.
Pengertian
menstruasi
2.
Proses
terjadinya menstruasi
3.
PMS
(Pre-Menstruasi Syndrome)
4.
Cara
mengatasi PMS
5.
Gangguan-gangguan
menstruasi
6.
Cara
mengatasi nyeri menstruasi
7.
Menjaga
kebersihan saat menstruasi
VI.
METODE
Cermah
dan tanya jawab
VII.
MEDIA
Leaflet
dan flip chart
VIII.
PROSES KEGIATAN
PEMBELAJARAN
No.
|
Kegiatan Penyuluh
|
Kegiatan Audien
|
Waktu
|
Pendahuluan :
1.
Menyampaikan
salam
2.
Menjelaskan
tujuan
3.
Apersepsi
|
1.
Membalas
salam
2.
Mendengarkan
dengan aktif
3.
Mendengarkan
dan memberi respon
|
5 menit
|
|
2.
|
Penjelasan materi :
1.
Pengertian
Menstruasi
2.
Proses
terjadinya menstruasi
3.
PMS
(Pre-Menstruasi Syndrome)
4.
Cara
mengatasi PMS
5.
Gangguan-gangguan
menstruasi
6.
Cara
mengatasi nyeri menstruasi.
7.
Menjaga
kebersihan saat menstruasi
|
1.
Mendengarkan,
memperhatikan
2.
Menanyakan
hal-hal yang belum jelas
|
25 menit
|
3.
|
Evaluasi:
·
Meminta
kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang di sampaikan pembicara dengan
memberikan pertanyaan lisan, meliputi:
1. Pengertian Menstruasi
2. Proses terjadinya menstruasi
3. PMS (Pre-Menstruasi Syndrome)
4. Cara mengatasi PMS
5. Gangguan-gangguan menstruasi
6. Cara mengatasi nyeri menstruasi.
7. Menjaga kebersihan saat menstruasi
·
Mempersilahkan
audiens untuk bertanya mengenai materi yang belum mereka pahami
|
1.
Menjaw
ab pertanyaan pembicara
2.
Memberikan
pertanyaan lisan
|
10 menit
|
4.
|
Penutup
1.
Menyimpulkan
hasil penyuluhan
2.
Memberikan
salam dan terimakasih
|
1.
Aktif
bersama dalam menyimpulkan
2.
Membalas
salam
|
5
menit
|
IX.
PENGORGANISASIAN
Setting
tempat : —————-
Penyaji
: ———————
X.
EVALUASI
Bentuk lisan :
1.
Sebutkan pengertian menstruasi
2.
Sebutkan
gangguan-ganguan mensruasi
3.
Sebutkan
cara mengatasi nyeri menstruasi
4.
Sebutkan
keluhan saat mentruasi
5.
Sebutkan
bagaimana cara menjaga kebersihan saat menstruasi
XI.
PENGESAHAN
Palembang, 18
September 2016
Sasaran Pemberi
Penyuluhan
Siswa-Siswa (Remaja) Desti Putri Andarie
Mengetahui,
Pembimbing
Rina Nursanti, SKM, M.Kes.
XII. LAMPIRAN MATERI
MENSTRUASI
1.
Definisi Menstruasi
Menstruasi atau haid mengacu kepada
pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal
dari dinding rahim wanita. Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama
menstruasi sampai tepat satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya.
Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk
mengandung anak, walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi
kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun,
tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan
berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira
sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, sekali lagi
tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan
wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa
kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari,
namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada
satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan
ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan
nutrisi wanita tersebut.
2.
Proses Menstruasi
Menstruasi merupakan bagian dari proses
reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur
ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang
dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur.
Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan
ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita
tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk
mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur
wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak
dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan),
lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan
dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode
menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.
Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh
karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak
selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan
pemeriksaan darah sederhana.
3.
PMS (Pre-menstruasi Symdrome)
PMS (pre menstruasi syndrome) atau gejala
pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum atau saat menstruasi. Antara lain:
-
Keluhan
Fisik
-
Perasaan
malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah.
-
Buah
dada nyeri, tegang dan sakit saat di sentuh
-
Mengalami
kram perut (dismenorrhoe).
-
Nafsu
makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam.
-
Kepala
nyeri.
-
Berat
badan bertambah, karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
-
Pinggang
terasa pegal.
-
Keluhan
Biologis
-
Emosi
menjadi labil. Biasanya kita mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan-perasaan
negatif lainnya.
-
Kurang
konsentrasi
4.
Cara Mengatasi PMS
Kalau kita mengalami PMS kita bisa melakukan
hal-hal di bawah ini;
-
Kurangi
makanan bergaram, seperti kentang goreng, kacang-kacangan, dan makanan
berbumbu, untuk mengurangi penahanan air berlebih.
-
Kurangi
makanan berupa tepung, gula, kafein, coklat.
-
Tambahkan
makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi, seminggu sebelum
menstruasi.
-
Makan
makanan berserat dan perbanyak minum air putih.
-
Jika
menstruasi cukup banyak mengeluarkan darah, perbanyak makan makanan atau
suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia.
5.
Ganguan-Ganguan Menstruasi
Salah satu masalah yang
paling sering menjadi keluhan oleh kebanyakan wanita adalah nyeri saat
menstruasi (dismenorrhea). Sebenarnya nyeri saat menstruasi merupakan hal yang
lumrah dialami oleh setiap wanita, akan tetapi yang membedakannya adalah
apabila hal tersebut mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-harinya.
Nyeri saat menstruasi dapat
kita kategorikan menjadi dua, yaitu nyeri primer dan sekunder. Nyeri menstruasi primer yaitu
nyeri menstruasi yang tidak berhubungan dengan kelainan patologis yang berasal
dari panggul dan organ di dalamnya.Nyeri ini dapat terjadi 2-3 tahun
setelah menstruasi pertama dan mencapai puncaknya saat wanita mencapai usia
15-25 tahun. Kemudian nyeri akan menurun intensitasnya seiring dengan
pertambahan usia dan menghilang saat wanita melahirkan secara alami. Nyeri ini
dapat bersifat hilang timbul atau menetap.
Biasanya nyeri terasa 24
jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti.
Nyeri dirasakan pada perut bagian bawah yang kemudian dapat menyebar ke
punggung atau bagian dalam paha. Gejala-gejala lain yang dapat menyertai antara
lain mual, muntah, sakit kepala, cemas, gelisah, diare, pingsan, dan perut
kembung. Nyeri haid ini normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh
faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah,
penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala ini
tidak membahayakan kesehatan.
Apabila nyeri saat
menstruasi muncul saat anda berumur lebih dari 20 tahun maka ini masuk dalam
kategori kedua yaitu nyeri menstruasi sekunder, yaitu nyeri
menstruasi yang berhubungan dengan kelainan yang berasal dari panggul dan organ
didalamnya.Biasanya nyeri ini terjadi 2 hari atau lebih sebelum menstruasi
dimulai dan rasa nyeri akan semakin hebat saat menstruasi, kemudian menghilang
2 hari atau lebih setelah menstruasi berhenti. Nyeri haid sekunder, biasanya
baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap
seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan
rahim yang dapat mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
Gangguan menstruasi lain, yaitu Amenorrhoe
atau tidak mendapatkan haid sama sekali. Ada beberapa hal yang dapat menjadi
penyebabnya:
1. Disebut Hymen imperforata,
yaitu selaput dara tidak berlubang. Sehingga darah menstruasi terhambat untuk
keluar. Biasanya keadaan ini diketahui bila cewek sudah waktunya mens tetapi
belum mendapatkannya. Dia mengeluh sakit perut setiap bulan. Untuk mengatasi
hal ini biasanya dioperasi untuk melubangi selaput daranya.
2. Menstruasi anovulatoire,
yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan
dinding rahim, hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya
rangsangan hormon ini menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini
menyebabkan cewek tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk.
Pengobatannya dengan terapi hormon.
3. Amenorrhoea sekunder,
biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal ini diakibatkan oleh
berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, kelemahan kondisi tubuh
secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila
terjadi kondisi ini sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
6.
Cara Mengatasi Nyeri Menstruasi
Berikut ini beberapa tips untuk mencegah
nyeri saat menstruasi :
1. Hindari olahraga berat
selama menstruasi.
2. Hindari konsumsi alkohol,
kopi, dan juga coklat karena dapat meningkatkan kadar estrogen yang nantinya
dapat memicu lepasnya prostaglandin. Hindari juga makanan bersuhu dingin
misalnya es krim.
3. Konsumsi vitamin E, vitamin
B6, atau minyak ikan.
4. Konsumsi sayuran dan
buah-buahan serta makanan rendah lemak.
Beberapa
hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sakit perut saat menstruasi :
1. Kompres dengan botol panas
(hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian
belakang)
2. Mandi air hangat, boleh
juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri
3. Minum minuman hangat yang
mengandung kalsium tinggi
4. Mengosok-gosok
perut/pinggang yang sakit
5. Ambil posisi menungging
sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantu relaksasi
6. Tarik napas dalam-dalam
secara perlahan untuk relaksasi.
7. Kita harus segera mencari
pertolongan kalau mengalami hal-hal sebagai berikut:
8. Apabila menstruasi yang
pertama (menarche) mulai keluar sebelum usia 8 tahun, atau belum mengalami
menstruasi setelah usia melewati 18 tahun.
9. Apabila siklus menstruasi
kurang dari 14 hari, atau lebih dari 35-40 hari sekali.
10. Apabila lamanya menstruasi
lebih dari 14 hari.
11. Apabila volume darah haid
sangat banyak (ganti pembalut 10 kali per hari).
12. Sakit perut sampai tidak
bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari atau bahkan sampai pingsan. Atau jika
rasa nyeri itu semakin lama semakin bertambah intensitasnya.
13. Muncul noktah darah
(spotting) di antara dua siklus haid.
14. Warna darah kelihatan tidak
seperti biasanya, menjadi lebih kecoklatan atau merah muda segar atau kalau
darah mens keluar sampai bergumpal-gumpal.
15. Darah mens berbau anyir,
bahkan berbau busuk.
7.
Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi
-
Jagalah
kebersihan daerah kewanitaan.
-
Bersihkan
dengan air dari depan kebelakang.
-
Gantilah
pembalut minimal 3 kali sehari / Maksimal 6 jam sekali.
XIII. DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar