SATUAN ACARA PENYULUHAN
I. IDENTIFIKASI MASALAH
International Federation of Ginecology
and Obatetrics pada kongresnya yang ke IX di Tokyo pada bulan Oktober 1979,
telah membentuk suatu komite mastologi. Dengan demikian IFGO ternyata menaruh
perhatian dalam soal payudara. Hal ini dapat dipahami karena sering kali ahli
ginekologilahyang didatangi oleh wanita-wanita dengan keluhan payudaranya.
Riwayat penyakit yang diambil secara
sitematis dan teliti sebenarnya sudah separuh dari diagnosis. Biasanya pasien
wanita datang pada dokter karena waktu mandi merasa dikelenjar payudaranya ada
suatu benjolan.
II. PENGANTAR
Bidang studi : Asuhan kebidanan Pada PUS
Topik : Periksa Payudara Sendiri
Subtopik : SADARI
Sasaran : Para Remaja
Jam : 15.00
Hari/Tanggal
: Selasa, 14 oktober 2014
Waktu : 40 menit
Tempat :Klinik Hygea Poltekkes Kemenkes
Palembang
III.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan
diharapkan para remaja dapat melakukan deteksi
secara dini kanker payudara degan SADARI .
IV.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, para
remaja pat menjelaskan kembali tentang :
1.
Pengertian Kanker Payudara
2.
Gejala-gejala Kanker payudara
3.
Faktor resiko Kanker Payudara
4.
Pengertian SADARI
5.
Tujuan SADARI
6.
Prosedur/Teknik SADARI
V. MATERI
7.
Terlampir :
- Pengertian Kanker Payudara
- Gejala-gejala Kanker Payudara
- Faktor resiko Kanker Payudara
- Pengertian SADARI
- Tujuan SADARI
- Prosedur/Teknik SADARI
VI. MEDIA
1.
SAP
2.
Leaflet
VII. METODE
1.
Penyuluhan
2.
Peragaan/simulasi
3.
Tanya jawab, diskusi
VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
|
Waktu
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Kegiatan
Peserta
|
||
1.
|
5 menit
|
Pembukaan:
-Mengucapkan
salam
-
Memperkenalkan diri
-
Menggali pengetahuan (observasi)
|
- Menjawab salam
- Mendengarkan, dan
- Menanggapi
|
||
2.
|
20
menit
|
Pemberian
materi
- Ceramah
- Menyampaikan materi.
- Menjelaskan tahap demi tahap.
- Memberikan kesempatan bertanya 10 menit
- Menjawab pertanyaan
|
- Mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan
dengan serius.
|
||
3.
|
10
menit
|
Evaluasi:
-Menggali
pengetahuan sasaran dengan memberi pertanyaan
|
-
Dapat mengulang kembali informasi yang telah didapat.
|
||
4.
|
5
menit
|
Penutup:
-
Memberi salam
penutup.
|
Menjawab
salam
|
||
IX.
PENGESAHAN
Yogyakarta,
14 Oktober 2014
Sasaran pemberi
penyuluhan
Para Remaja Mengetahui, Restuani Budiarti
Dosen
Pembimbing
...................................................
IX. EVALUASI
Metode evaluasi : Memberikan pertanyaan
Jenis pertanyaan : Lisan
X. DAFTAR
PUSTAKA
1. Chopra, D., 2006, PanduanHolistikKehamilandanKelahiran,
Bandung: Kaifa
2. Prawirohardjo, S., 2002, IlmuKebidanan, Jakarta:
YayasanBinaPustaka
XI.
LAMPIRAN MATERI
SADARI
A. Pengertian
Periksa payudara sendiri atau yang biasa
disingkat SADARI, adalah usaha menemukan adanya kelainan atau tumor pada
payudara secara dini, dengan cara memeriksa payudara sendiri.
Manfaat yang bisa diambil setelah
melakukan SADARI wanita semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya
kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada
payudaranya. Sehingga ketika di dapatkan kelainan, pemeriksaan bisa segera
dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat
kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.
B. LatarBelakang SADARI di Indonesia
a.
penderita kanker payudara (CaMammae) di Indonesia
b.
Sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut.
c.
lebih dari 80% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien.
d.
SADARI yang dilakukan teratur setiap bulan bisa mempertinggi kewaspadaan
wanita terhadap adanya kelainan pada payudara.
e.
Motto setiap benjolan di payudara di anggap kanker payudara, kecuali
bila kemudian terbutkti bukan kanker.
C. Aturan SADARI
a.
SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7 sampai 10
setelah hari pertama menstruasi.
b.
Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari yang sama
setiap bulannya.
c.
ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur,
warna payudara dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit,
warna, dan cairan abnormal pada payudara.
D. Cara SADARI
a.
MengamatiPayudara
a)
Berdiri di depan cermin dan lihat kedua payudara sendiri.
b)
Perhatikan ukuran, bentuk, kontur, warna, dan arah kedua payudara dan
putting
c)
Selanjutnya angkat ke dua tangan lurus keatas, lalu amati apakah ada
tarikan kulit payudara ke arah dalam. Lakukan pengamatan sambil berputar
perlahan-lahan agar setiap sisi terlihat.
d)
Letakkan kedua tangan pada pinggul dan dorong kedua bahu ke belakang.
Perhatikan masing-masing payudara.
b.
Meraba dan Merasakan
a)
Tetap berdiri di depan cermin dan lakukan perabaan pada payudara mulai
dari bawah tulang klavikula.
b)
Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payu dara kanan. Olesi telapak 3
jari dengan body lotion, kemudian rabalah dengan tekanan mantap. Arah gerakan
dari depan kebelakang secara sirkuler
melingkupi seluruh payudara termasuk putting.
c)
Lanjutkan pemeriksaan payudara di daerah bawah lengan (ketiak). Lakukan
dengan tidur berbaring dan angkat salah satu lengan keatas. Periksa payu dara
seperti sebelumnya, termasuk daerah di bawah lengan.
d)
Ulangi SADARI pada payudara satunya. Catat hasil pengamatan SADARI dan
tandai tanggal pemeriksaan SADARI.
E.
Etiologi
Indikasi utama sadari adalah karena :
Untuk mendeteksi terjadinya Cancer
Payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah
ada benjolan, perubahan warna kuli, putting bersisik dan pengeluaran cairan
atau nanah dan darah.
Kanker payudara merupakan jenis kanker
dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar.
Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak
bergejala.
Semakin bertambahnya usia, makin besar
pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita
khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan
nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini.
1.
Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai
berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon
estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit
sehari.
2.
Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang
obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya
yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita
yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3.
Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D
sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen
pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat
menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4.
Batasi alcohol
Data terbaru dari National Cancer
Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap
hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli
menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.
5.
Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa
benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya,
tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda
lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk
payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna
atau tekstur kulit payudara.
6.
Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya
dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara.
Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan,
kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur
bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter
F.
Waktu pelaksanaan
Pemeriksaan payudara dilakukan setelah
menstruasi, pada waktu payudara tidak keras atau bengkak.
G.
Prosedur pelaksanaan
SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis
payudara tahunan (Clinical Breast Examination / CBE) oleh seorang ahli dan
mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.Ada
tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu:
1.
Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.
Untuk melakukan pemeriksaan pada
payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu
gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah
sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.Â
2.
Pemeriksaan raba pada saat berbaring.
Berbaringlah di atas permukaan yang
keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah
pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan
jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan
gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari
payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan
seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari
Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti
sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa.
Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.
Teknik SADARI yang benar harus
menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda
sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang
disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat
menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan
3.
Tempo permeriksaan
Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya
dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan
pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika
payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.
Jika menemukan adanya benjolan atau
perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke
dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan
tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan
lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis.
Para wanita yang telah berusia 20
dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus
melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia
40.
Jangan biarkan kanker payudara merusak
hidup anda! kanker payudara bukan kanker ganas kalau anda menyadarinya sebelum
terlambat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar