Selasa, 04 Oktober 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) REMAJA

I.                   IDENTIFIKASI MASALAH

Seiring berkembangnya jaman baik perkembangan tekhnologi ataupun kebudayaan banyak dampak-dampak yang di timbulkan  baik dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari perkembangan tekhnologi dan budaya adalah Married by Accident (MBA).Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar istilah Married by Accident (MBA). Ya, istilah ini bisa dibilang cukup “populer”  di masyarakat, khususnya pada kalangan remaja. MBA adalah pernikahan yang terjadi akibat adanya hubungan yang “dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita) tanpa ada status yang resmi atau sah. Dan itu terjadi karena kecelakaan atau hamil diluar nikah sehingga mau tidak mau harus dilakukan penikahan karena sudah terlanjur hamil.MBA dapat terjadi karena pergaulan bebas, miras, atau seks bebas.
Kasus MBA ini memang bisa terjadi pada siapa saja tetapi biasanya kasus ini banyak terjadi pada usia remaja (remaja awal – remaja akhir). Mengapa banyak terjadi di usia remaja karena banyak faktor yang mendorong atau mendukung sehingga dapat terjadinya Married by Accident ini. Salah satu faktornya adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas yang merebak di kalangan remaja ini bisa dibilang sebagai faktor utama MBA. Sifat khas pada usia remaja yaitu ingin mencoba hal baru dan tidak memikirkan apakah yang dilakukannya tersebut akan membawa perubahan baik atau buruk.

II.                PENGANTAR
Bidang studi         : Promosi Kesehatan
Topik                     : Married By Accident (MBA)
Sub topik               : Pentingnya Pengetahuan Mengenai Dampak MBA
Sasaran                  : Remaja
Hari/tanggal          : Kamis, 15 September 2016
Jam                        : 11.00 WIB
Waktu                   : 35 menit
Tempat                  : Komplek. Sukajadi Indah

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang Married By Accident, para remaja diharapkan memahami tentang dampak dari married by accident (MBA) atau hamil di luar nikah sehingga para remaja dapat waspada dalam pergaulannya.

IV.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan  penyuluhan, keluarga dapat menjelaskan kembali:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak negative dari MBA
d.   Pencegahan MBA


V.                MATERI
Terlampir

VI.             METODE
A.    Ceramah
B.     Tanya jawab

VII.          MEDIA
A.    Materi SAP
B.     Powerpoint

VIII.       KEGIATAN PEMBELAJARAN

No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1
5 menit
Pembukaan:
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

1.      Menjawab salam
2.      Mendengarkan dan memperhatikan
2
20 menit
Pelaksanaan:
1.      Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak MBA
Pencegahan MBA
P

Mendengarkan dan menyimak pembicara

3
5 menit
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
a.       Pengertian Married By Accident (MBA)
b.      Faktor yang mempengaruhi MBA
c.       Dampak MBA
Pencegahan MBA
P

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4
5 menit
Penutup:
Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
Mengucapkan terima kasih dan salam

Menjawab salam






IX.             PENGESAHAN
Palembang, 15 September 2016
Sasaran                                                                                             Pemberi penyuluhan
            

Remaja                                                                                       Fitria Ramadhani


                                                           
Mengetahui,
                  Dosen pembimbing


Rina Nursanti, SKM, M.Kes


X.                EVALUASI
      A .    Essay  
      B.     Pertanyaan
      1.      Pengertian MBA
      2.      Faktor yang mempengaruhi MBA
      3.      Dampak MBA
      4.   Pencegahan MBA

XI.             LAMPIRAN MATERI

Married By Accident

A.    Pengertian Married By Accident (MBA)
Married By Accident (MBA) adalah suatu pernikahan yang terjadi akibat adanya hubungan yang “dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita) tanpa ada status yang resmi/sah.

B.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi MBA
1.    Faktor ekonomi

Mungkin mereka (pelaku) merasa mampu untuk membiayai penikahan dan biaya hidup pasca penikahan. Namun mereka tidak memikirakan hal yang lain karena pernikahan itu tidak hanya sekedar mampu membiayai biaya hidup namun mereka juga harus mampu menanggung hal-hal yang timbul pasca pernikahan itu terjadi. Seperti bagaimana mengurus anak dengan baik ataupun masalah-masalah yang mungkin terjadi saat pernikahan. Itu munghkin faktor dari segi ekonomi yang menyebabkan mengapa MBA itu bisa terjadi.
Tapi selain diatas mereka merasa mampu untuk membiayai pernikahan dan pasca pernikahan ada juga fenomena yang menyatakan bahwa merekan melakukan MBA karen keadaan keluarganya yang hidup digaris kemiskinan, untuk meringankan beban orang tuanya maka mereka (pelaku) melakukan hubungan intim yang menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu kita janganlah beranggapan bahwa perniukahan itu hanya mampu membiayai biaya hidup saja.
Melainkan juga hal yang lain yang berhubungan dengan semua tanggung jawab, tuntuttan, resikonya, dll. Karena apabila ketidak siapan mental “pelaku” untuk menjalankan kehidupan berkeluarga justru akan membawa kekacauan didalam keluarganya atau KDRT.
2.    Faktor Politik
Dari faktor politik (pengaruh dari luar), mungkin si “pelaku” sering menonton film-film porno sehingga dia merasa penasaran dengan apa yang dilihat tanpa memikirkan dampak dari apa yang dilihatnya itu. Dan pergaulan bebas yang didukung dengan maraknya  pariwisata di Klaten seperti losmen yang banyak seklai terdapat di kota Klaten dengan harga-harga yang dapat dijangkau oleh ukuran anak-anak remaja yang memudahkan mereka mencari tempat untuk melakukan hubungan intim yang dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah sehingga MBA terjadi. Atau seiring berkembangnya tekhnologi banyaknya tempat warnet yang memungkinkan mereka mengakses film porno. Bahkan ada juga yang memanfaatkan warnet itu bukan untuk bermain internet atau facebook, chat, tetapi mereka memanfaatkanya itu untuk berbuat sex. Selain itu lingkungan juga dapat mempengarui, Maka dari itu kita hendaknya pandai-pandai dalam memilih teman dan lingkungan bermain kita.

3.    Faktor Sosial Budaya
Faktor sosial budaya meliputi pergaulan bebas, miras, narkoba, free sex, dan juga broken home. Semuanya faktor itu dapat memicu tindakan MBA contohnya saja anak mengalami broken home dia akan merasa tidak ada lagi orang yang sayang kepadanya karena orang tuanya saja malah berpisah. Itu memnyebabkan dia akan mencari kebahagian diluar rumah seperti miras, narkoba, atau bahkan free sex. Kalau itu semua terus dilakukan lama-lama si anak tersebut akan merasa narkoba, miras atau free sex tersebut adalah obat dikala dia mempunyai masalah. Itu adalah anggapan yang salah yang selama ini masih digunakan para remaja saat mereka mempunyai masalah justru akan melakukan hal-hal tersebut. Kalau itu terus dilakukan bukan tidak mungkin MBA akan terjadi karena seringnya mereka melakukan free sex dan di tambah dengan miras dan narkoba yang membuat mereka tidak sadar mereka sedang melakukan apa.

C.    Dampak MBA
      1.      Resiko tinggi pada abortus, karena hamil di usia muda apalagi kehamilan yang tidak diinginkan akan menyebabkan gangguan psikologis pada wanita, sehingga tumbuh kembang janin pun terhambat.
       2.      Pasangan MBA akan merasa malu karena perbuatan yang dilakukanya atau bahkan mereka akan dikucilkan oleh masyarakat karena perbuatanya, itu semua akan membuat mereka merasa frustasi dan yang paling di takuti meraka akan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri.
      3.      Keluarga yang terjadi karena MBA itu akan mengalami kegonjangan karena mereka belum siap dengan apa yang seharusnya belum mereka lakukan dan juga akan berimbas kepada anaknya kelak.
     4.      Biasanya pasangan yang menikah karena kecelakaan akan mengalami emosional yang tidak terkontrol, sehingga tak jarang pasangan MBA akan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

D.    Pencegahan MBA
      1.      Orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka atau setidaknya prang tua tau kegiatan apa yang dilakukan anak-anaknya. Seandainya anaknya berada jauh dari pengawasan mereka (kuliah) tidak sepunuhnya melepas mereka karena kalau itu terjadi anak akan merasa bebas karena tidak ada yang mengawasinya. Oleh karena itu orang tua tetap memantau dari jauh dengan cara berkomunikasi lewat hp dll. Orang tua juga harus mampu membibing dan mengarahkan anaknya seiring majunya tekhnologi yaitu cara pemanfaatanya yang sekarang ini banyak di salah gunakan yaitu dengan cara untuk mengakses gambar ataupun film porno dan itu adlah salah satu penyebab dari MBA.

2.    Dari diri kita masing-masing (remaja) janganlah kita salah bergaul dengan orang-orang yang memungkinkan kita terjerumus hal-hal yang memicu kita melakukan hubungan intim yang akan mengakibatkan kehamilan atau MBA.
Dapat juga mengikuti sosialisasi-ssialisasi tentang sex, yang sekarang banyak di adakan baik dari pemerintah ataupun pihak-pihak swata. Kita juga harus berorietasi kedepan apa yang kita lakukan itu akan membuat kita lebih baik atau sebaliknya membuat kita lebih buruk. Selain itu kita juga harus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.      Tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat membuat peraturan-peraturan yang mungkin dapat         mencegah terjadinya MBA tersebut seperti jam kunjungan dibatasi, tamu nginap 24 jam harap        lapor kepada RT/RW setempat.
4.   Menyeleksi budaya-budaya dan tidak semata-mata menelan mentah-mentah tanpa       mempertimbangkan apakah itu cocok untuk kita semua.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar