SATUAN
ACARA PENYULUHAN REMAJA
DisusunOleh:
Anidar Aprilia
Ayu Nurul Lestari
Desti Putri Andarie
Fitria Ramadhani
Indah Diana Putri
Restuani
Budiarti
Sulastri
POLTEKKES KEMENKES
PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK
2016/2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN IMS
I. IDENTIFIKASI MASALAH
Infeksi
menular seksual dikalangan remaja sudah banyak ditemukan dewasa ini. Bukan hal
yang ajaib melihat fenomena tersebut. ‘kerasnya’ arus media masa ditambah
dengan kurangnya informasi mengenai seksologi, membuat fenomena infeksi menular
seksual dikalangan remaja bagaikan bom waktu. Pada dasarnya, setiap orang yang
sudah aktif secara seksual dapat tertular infeksi menular seksual. Orang yang
sudah berganti ganti pasangan seksual haruslah mewaspadai penyakit ini.
Terutama mereka yang bekerja sebagai pekerja seks. Biasanya, orang yang terjangkit
infeksi atau penyakit ini pada usia 20-34 tahun pada laki-laki dan 16-24 tahun
pada wanita.
Mereka
mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit infeksi menular seksual. Penyakit ini
mudah menyerang pada remaja karena secara biologis sel-sel organ reproduksi
belum matang. Hubungan seksual pada remaja meningkatkan kerentanan terhadap
infeksi menular seksual dikalangan remaja. Oleh karena itu, berilah pengertian
pada remaja putra-putri anda. Dekati mereka agar memudahkan anda untuk
memantaunya.
Kedekatan ini bukan
hanya secara naruliyah saja, tetapi secara batin juga bermanfaat. Selain factor
diatas, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkankan infeksi menular
seksual pada remaja:
-kurangnya akses remaja
ke layanan kesehatan.
-jam dan lokasi untuk
klinik infeksi menular seksual yang tidak nyaman
-keterbatasan biaya
dalam membeli kondom dan alat kontrasepsi lainnya
-faktor social
-faktor
agama
Faktor
social dan factor agama tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam
mendidik remaja yang bertanggung jawab, yaitu keluarga. Sebagaiorang tua
menjadi tolak ukur utama dalam pergaulan remaja.
II. PENGANTAR
Bidang studi : Promosi Kesehatan
Topik :
IMS ( Infeksi Menular Seksual)
Sub Topik : Infeksi Menular Seksual dikalangan remaja
Sasaran :
remaja putra dan putri
Hri/Tanggal : Jum’at, 16 September
Jam :
10.00 WIB
Waktu :
60 Menit
Tempat :
kampus poltekkes kemenkes palembang
III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah
mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pencegahan terjadinya infeksi menular
seksual ini, baik laki-laki maupun perempuan pada usia remaja ditempat
penyuluhan dapat memahami berbagai macam resiko dari penyakit infeksi menular
seksual dan ikut berpartisipasi dalam mencegah terjadinya penyakit-penyakit
menular seksual tersebut.
IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIK)
Setelah
mengikuti kegiatan penyuluhan, remaja dapat menjelaskan kembali:
a.
Menyebutkan defenisi PMS
b.
Menyebutkan tanda – tanda PMS
c.
Menyebutkan cara pencegahan PMS
d.
Menyebutkan jenis – jenis PMS
V.
MATERI
Terlampir
VI. METODE
a.
Ceramah
b.
Tanya Jawab
VII. MEDIA
a. Materi
SAP
VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO.
|
Waktu
|
Kegiatan penyuluhan
|
Kegiatan peserta
|
1.
|
2 menit
1.
2.
|
Pembukaan:
Member salam
1
Menjelaskan tujuan penyuluhan 2
|
Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan
|
2.
|
8 menit
1.
a.
b.
c.
d.
|
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.
|
Mendengarkan dan menyimak
pembicara
|
3.
|
4 Menit
a.
b.
c.
d.
|
Evaluasi
Meminta kepada audiens untuk
mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.
|
Bertanya dan menjawab pertanyaan
|
4.
|
1 menit
|
Penutup
Mengucapkan terima kasih dan
salam
|
Menjawab salam
|
IX. PENGESAHAN
…………….., 2016
Sasaran Pemberi
penyuluhan
Masyarakat sulastri
Mengetahui,
Dosen Pembimbing
………………..
X. EVALUASI
A.
Essay
B. Pertanyaan
1. Mampu
menyebutkan defenisi PMS.
2. Mampu menyediakan tanda –
tanda PMS.
3. Mampu menyebutkan cara
pencegahan PMS.
4. Mampu menyebutkanjenis –
jenis PMS.
XI.
LAMPIRAN
MATERI
PMS
(PENYAKIT MENULAR SEKSUAL)
A. Pengertian
PMS adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke
orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit infeksi yang
salah satu penularannya melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah
tertular baik melalui vaginal, oral, anal. Penularan IMS dapat juga terjadi
melalui darah atau dari ibu ke bayi
Faktor resiko penularan
IMS:
a.
Berhubungan seks dengan lebih dari satu orang dalam 1 bulan terakhir
b.Berhubungan seks dengan
PSK dalam 1 bulan terakhir
c. Mengalami 1 atau lebih episode IMS dalam 1
bulan terakhir
d.Memiliki
pasangan dengan perilaku seks RISTI
PMS dapat mengakibatkan :
· Kemandulan
· Kematian karena infeksi
· Nyeri yang menetap di perut bagian bawah.
· Kanker serviks (mulut rahim)
B. Tanda – tanda PMS
Adapun tanda –tanda pada wanita :
· Cairan yang tidak abnormal dari vagina.
· Rasa sakit di perut bagian bawah.
· Benjolan di alat genital.
·
Adanya duh tubuh
·
Nyeri saat buang air kecil
·
Luka terbuka / luka basah disekitar kemaluan
/ mulut
·
Tumbuhan (jengger ayam / kutil) di
sekitar alat kelamin
·
Gatal-gatal disekitar alat kelamin
·
Bengkak di lipatan paha
·
Kantung pelir bengkak dan nyeri
·
Sakit perut bagian bawah yang
kambuh-kambuhan
·
Keluar darah setelah berhubungan seks
·
Merasa tidak enak badan atau demam
Pencegahan
infeksi menular seksual
- Hindari melakukan hubungan seksual diluar
nikah.
-
Menjaga
jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-
lebih
dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-
Hindari pemakaian jarum suntik yang
bergantian.
C.
Jenis –
jenis PMS
1. Gonorhoe / chalamidya
Keduanya merupakan penyakit serius yang dapat
menyebabkan infeksi berat dan kemandulan pada pria dan wanita.
Tanda – tanda gonorhoe dan chalamidya pada
wanita :
-
Cairan kuning atau hijau dari vagina atau
uterus.
-
Rasa panas atau nyeri bila buang air kecil.
-
Demam
-
Rasa nyeri / berdarah sewaktu berhubungan
seksual.
Tanda – tanda pada pria :
-
Cairan keluar dari penis.
-
Rasa panas / nyeri buang air kecil.
-
Rasa panas / bengkak pada buah pelir.
2. Warts
Warts adalah jaringan tumbuh pada kulit
di kemaluan disebabkan oleh virus.
tanda – tandanya :
-
gatal – gatal.
-
Benjolan kecil, tidak sakit,
keputih-putihan/kecoklatan yang kadang – kadang dengan permukaan kasar.
Pengobatannya :
-
Oleskan minyak/ salep di kulit yang tumbuh
warts
-
Dengan tusuk gigi, oleskan Bicholorecetid Acid
(BCA) di sekitar yang tumbuh warts.
-
Melakukan pemeriksaan PAP SMEAR setiap 1 – 2
tahun.
3. Syphilis
Adalah suatu penyakit menular seksual yang
berat yang mempunyai efek di seluruh tubuh dan biasanya berlangsung sampai
bertahun – tahun. Penyebabnya adalah bakteri.
Tanda – tanda :
-
Ulkus kecil yang tidak sakit yang menyerupai
jerawat, lecet, benjolan, yang dalam dan basah/ulkus terbuka.
-
Beberapa minggu/bulan kemudian akan mengalami
radang tenggorokan, demam timbul kelainan kulit. Semua tanda akan hilang dengan
sendirinya tetapi penyakit masih ada tanpa pengobatan ndapat mengakibatkan
cacat jantung, kelumpuhan, penyakit jiwa dan kematian.
4. Herpes genetalia
Adalah jenis PMS yang disebabkan oleh virus
dapat menyerang di alat genitalis/mulut rahim.
Tanda – tanda :
-
Rasa gatal, rasa panas di mulut
genitalia/paha.
-
Luka lecet kecil di kemaluan membentuk ulkus
(luka) terbuka dan sakit didalam kemaluan.
Tidak ada obat menyembuhkan penyakit herpes,
untuk tidak mengganggu maka hal yang dapat membantu untuk meringankannya adalah
:
-
Letakkan es diatas ulkus.
-
Buat kompres dengan cara merendam di air
dingin yang bersih.
-
Duduk dan rendam bokong di air dingin yang
bersih.
-
Campur air bersih dengan baking soda/tepung
kanji sehingga berbentuk kental kemudian di atas ulkus.
Penting :
-
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
setelah menyentuh ulkus.
-
Hati – hati jangan menyentuh ulkus.
-
Coba hindari hubungan seksual sewaktu
mengalami ulkus herpes.
XII.
5. Chanroid
Adalah jenis PMS yang disebabkan bakteri.
Tanda – tanda :
-
Satu/lebih ulkus yang lunak dengan sakit di alat genitalia dan anus sering berdarah.
-
Kelenjar limpa dipangkal paha mungkin membesar.
-
Demam ringan.
6. HIV/Aids
Adalah suatu penyakit PMS yang disebabkan oleh
virus di sebut dengan HIV = Human Immunodeficiency Virus. Virus tersebar dalam
darah, cairan vagina atau cairan semen pada laki – laki. Obat untuk AIDS belum
ada. Bila mungkin resiko tinggi terkena HIV/AIDS.
Untuk melindungi :
- Hindari melakukan hubungan seksual diluar
nikah.
-
Menjaga
jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-
lebih
dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-
Hindari pemakaian jarum suntik yang
bergantian.
7. Konjungtivis neonatorum
Adalah suatu infeksi
pada konjungtiva (bagian putih mata) dan selaput yang melapisi kelopak mata.
Penyebab:
-Kongjungtivis neonatorum
didapat ketika bayi melewati jalan lahir dan organism penyebabnya adalah
bakteri yang biasanya ditemukan divagina
-yang
paling sering menyebabkan kongjungtivis neonatorum adalah Chlamydia.
-virus
juga bisa menyebabkan konjungtivis neonatorum yang paling sering adalah virus
herpes simpleks.
Pencegahan:
-untuk mencegah
kongjungtivis, kepada bayi baru lahir secara rutin duberikan salep atau tetes
mata perak nitrat, eritromisin atau tertasiklin. dilakukan oleh bidan dan
tenaga kesehatan lainnya.
-kepada
bayi yang ibunya menderita gonore diberikan suntikan antibiotik seftriakson,
dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
8.
Chancroid
(ulkus molle)
Merupakan
penyakit kelamin yang akut ditandai oleh ulkus yang sangat nyeri yang muncul
pada tempat inokulasi, biasanya pada genitalia luar, biasanya disertai dengan
limfadenopati inguinal supurativa.
Penyebab: Haemophylus ducreyi, suatu
streptobasilus gram negatif.
Masa inkubasi: 4-7 hari
9.
Kondiloma Akuminatum (jengger ayam)
Penyebab:
HPV (Human Papiloma Virus)
HPV
masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit sehingga kondiloma sering
timbul pada daerah yang mudah mengalami trauma saat hubungan sex.
Masa
inkubasi: 1-8 bulan.
Kelainan
yang masih baru berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan, kalau sudah
lama berwarna kehitaman, permukaan berjonjot.
1.
Pengobatan
Kondiloma
Bila
besar dapat dilakukan pembedahan dengan cara listrik (kauter).
Bila
masih kecil dapat dicoba dengan obat-obatan yang dioleskan pada kondiloma
tetapi perbaikan baru nampak 1-2 bulan setelah pengobatan (pasien harus sabar),
dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Virus
tidak dapat hilang dari badan sehingga penyakit ini dibawa seumur hidup.
10. Limfogranuloma Venereum
Penyakit menular
seksual yang menyerang sistem saluran limfe dan kelenjar limfe, terutama daerah
inguinal, anus dan rektum.
Penyebab:
Chlamidya trachomatis
Masa
inkubasi 3-20 hari.
Gejala didahului dengan
demam, menggigil, sakit kepala kemudian diikuti pembesaran kelenjar inguinal
yang nyeri dan terasa panas bewarna kemerahan yang kemudian melunak dan
bernanah
11. Kandidosis Vaginal
Merupakan
penyakit jamur yang bersifat akut pada vagina atau vulva.
Penyebab:
jamur Candida albicans
Gejala khas berupa rasa
gatal/iritasi disertai keputihan yang berbau. Keputihan biasanya banyak dan
disertai tanda-tanda peradangan.
Pemeriksaan
mikroskop untuk melihat hifa jamur.
Pengobatan
diberikan anti jamur, bukan antibiotik.
Infeksi
jamur dapat terjadi karena beberapa faktor:
1.
Perubahan fisik: hamil, kegemukan
2.
Umur: orang tua dan bayi mudah terkena
3.
Faktor daya tahan tubuh.
4.
Faktor kebersihan kulit
5.
Kontak langsung dengan penderita
6.
Penggunaan antibiotik jangka panjang
membuat jamur bertambah subur.
12.
Trikomoniasis
Merupakan
infeksi saluran urogenital yang bersifat akut dan kronis
Penyebab:
Trichomonas vaginalis
Masa
tunas: 4 hari sampai 3 minggu
Pada wanita ditandai
dengan keputihan yang berwarna kuning ke hijauan, berbusa dan berbau tidak
enak.
-Diagnosis
ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA
Powerpoint
dr. Andrianto, Sp.OG

Tidak ada komentar:
Posting Komentar