Selasa, 04 Oktober 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN IMS

SATUAN ACARA PENYULUHAN REMAJA










DisusunOleh:
Anidar Aprilia
Ayu Nurul Lestari
Desti Putri Andarie
Fitria Ramadhani
Indah Diana Putri
Restuani Budiarti
Sulastri







POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

TAHUN AKADEMIK 2016/2017



SATUAN ACARA PENYULUHAN IMS
I.    IDENTIFIKASI MASALAH
Infeksi menular seksual dikalangan remaja sudah banyak ditemukan dewasa ini. Bukan hal yang ajaib melihat fenomena tersebut. ‘kerasnya’ arus media masa ditambah dengan kurangnya informasi mengenai seksologi, membuat fenomena infeksi menular seksual dikalangan remaja bagaikan bom waktu. Pada dasarnya, setiap orang yang sudah aktif secara seksual dapat tertular infeksi menular seksual. Orang yang sudah berganti ganti pasangan seksual haruslah mewaspadai penyakit ini. Terutama mereka yang bekerja sebagai pekerja seks. Biasanya, orang yang terjangkit infeksi atau penyakit ini pada usia 20-34 tahun pada laki-laki dan 16-24 tahun pada wanita.
        Mereka mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit infeksi menular seksual. Penyakit ini mudah menyerang pada remaja karena secara biologis sel-sel organ reproduksi belum matang. Hubungan seksual pada remaja meningkatkan kerentanan terhadap infeksi menular seksual dikalangan remaja. Oleh karena itu, berilah pengertian pada remaja putra-putri anda. Dekati mereka agar memudahkan anda untuk memantaunya.
Kedekatan ini bukan hanya secara naruliyah saja, tetapi secara batin juga bermanfaat. Selain factor diatas, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkankan infeksi menular seksual pada remaja:
-kurangnya akses remaja ke layanan kesehatan.
-jam dan lokasi untuk klinik infeksi menular seksual yang tidak nyaman
-keterbatasan biaya dalam membeli kondom dan alat kontrasepsi lainnya
-faktor social
-faktor agama                                      
Faktor social dan factor agama tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam mendidik remaja yang bertanggung jawab, yaitu keluarga. Sebagaiorang tua menjadi tolak ukur utama dalam pergaulan remaja.

II.  PENGANTAR
Bidang studi           : Promosi Kesehatan
Topik                      : IMS ( Infeksi Menular Seksual)
Sub Topik               : Infeksi Menular Seksual dikalangan remaja
Sasaran                   : remaja putra dan putri
Hri/Tanggal : Jum’at, 16 September
Jam                         : 10.00 WIB
Waktu                     : 60 Menit
Tempat                    : kampus poltekkes kemenkes palembang

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pencegahan terjadinya infeksi menular seksual ini, baik laki-laki maupun perempuan pada usia remaja ditempat penyuluhan dapat memahami berbagai macam resiko dari penyakit infeksi menular seksual dan ikut berpartisipasi dalam mencegah terjadinya penyakit-penyakit menular seksual tersebut.
IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, remaja dapat menjelaskan kembali:
a.       Menyebutkan defenisi PMS
b.      Menyebutkan tanda – tanda PMS
c.       Menyebutkan cara pencegahan PMS
d.      Menyebutkan jenis – jenis PMS

V.    MATERI
Terlampir

VI.  METODE
     a.       Ceramah
     b.      Tanya Jawab

VII.  MEDIA
     a.       Materi SAP

VIII.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

NO.
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1.
2 menit
1.
2.
Pembukaan:
Member salam                                                    1                   
Menjelaskan tujuan penyuluhan                      2

Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan
2.
8 menit
1.

a.
b.
c.
d.
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.

Mendengarkan dan menyimak pembicara
3.
4 Menit



a.
b.
c.
d.
Evaluasi
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
defenisi PMS.
tanda – tanda PMS.
pencegahan PMS.
jenis – jenis PMS.

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4.
1 menit
Penutup
Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab salam




IX.    PENGESAHAN
                                                                                                                    …………….., 2016


   Sasaran                                                                                                   Pemberi penyuluhan
  

Masyarakat                                                                                               sulastri



Mengetahui,
Dosen Pembimbing


………………..

  

X. EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
1.      Mampu menyebutkan defenisi PMS.
2.      Mampu menyediakan tanda – tanda PMS.
3.      Mampu menyebutkan cara pencegahan PMS.
4.      Mampu menyebutkanjenis – jenis PMS.

XI.    LAMPIRAN MATERI
PMS (PENYAKIT MENULAR SEKSUAL)

A.    Pengertian
PMS adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit infeksi yang salah satu penularannya melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular baik melalui vaginal, oral, anal. Penularan IMS dapat juga terjadi melalui darah atau dari ibu ke bayi
Faktor resiko penularan IMS:
a. Berhubungan seks dengan lebih dari satu orang dalam 1 bulan terakhir
b.Berhubungan seks dengan PSK dalam 1 bulan terakhir
c.  Mengalami 1 atau lebih episode IMS dalam 1 bulan terakhir
d.Memiliki pasangan dengan perilaku seks RISTI
PMS dapat mengakibatkan :
·         Kemandulan
·         Kematian karena infeksi
·         Nyeri yang menetap di perut bagian bawah.
·         Kanker serviks (mulut rahim)


B.     Tanda – tanda PMS
Adapun tanda –tanda pada wanita :
·         Cairan yang tidak abnormal dari vagina.
·         Rasa sakit di perut bagian bawah.
·         Benjolan di alat genital.
·            Adanya duh tubuh
·            Nyeri saat buang air kecil
·            Luka terbuka / luka basah disekitar kemaluan / mulut
·            Tumbuhan (jengger ayam / kutil) di sekitar alat kelamin
·            Gatal-gatal disekitar alat kelamin
·            Bengkak di lipatan paha
·            Kantung pelir bengkak dan nyeri
·            Sakit perut bagian bawah yang kambuh-kambuhan
·            Keluar darah setelah berhubungan seks
·            Merasa tidak enak badan atau demam

Pencegahan infeksi menular seksual
-     Hindari melakukan hubungan seksual diluar nikah.
-         Menjaga jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-         lebih dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-         Hindari pemakaian jarum suntik yang bergantian.

C.    Jenis – jenis PMS
1.      Gonorhoe / chalamidya
Keduanya merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan infeksi berat dan kemandulan pada pria dan wanita.
Tanda – tanda gonorhoe dan chalamidya pada wanita :
-         Cairan kuning atau hijau dari vagina atau uterus.
-         Rasa panas atau nyeri bila buang air kecil.
-         Demam
-         Rasa nyeri / berdarah sewaktu berhubungan seksual.
Tanda – tanda pada pria :
-         Cairan keluar dari penis.
-         Rasa panas / nyeri buang air kecil.
-         Rasa panas / bengkak pada buah pelir.

2.      Warts
Warts adalah jaringan tumbuh pada kulit di  kemaluan disebabkan oleh virus.
tanda – tandanya :
-         gatal – gatal.
-         Benjolan kecil, tidak sakit, keputih-putihan/kecoklatan yang kadang – kadang dengan permukaan kasar.
Pengobatannya :
-         Oleskan minyak/ salep di kulit yang tumbuh warts
-         Dengan tusuk gigi, oleskan Bicholorecetid Acid (BCA) di sekitar yang tumbuh warts.
-         Melakukan pemeriksaan PAP SMEAR setiap 1 – 2 tahun.

3.      Syphilis
Adalah suatu penyakit menular seksual yang berat yang mempunyai efek di seluruh tubuh dan biasanya berlangsung sampai bertahun – tahun. Penyebabnya adalah bakteri.
Tanda – tanda :
-         Ulkus kecil yang tidak sakit yang menyerupai jerawat, lecet, benjolan, yang dalam dan basah/ulkus terbuka.
-         Beberapa minggu/bulan kemudian akan mengalami radang tenggorokan, demam timbul kelainan kulit. Semua tanda akan hilang dengan sendirinya tetapi penyakit masih ada tanpa pengobatan ndapat mengakibatkan cacat jantung, kelumpuhan, penyakit jiwa dan kematian.

4.      Herpes genetalia
Adalah jenis PMS yang disebabkan oleh virus dapat menyerang di alat genitalis/mulut rahim.
Tanda – tanda :
-         Rasa gatal, rasa panas di mulut genitalia/paha.
-         Luka lecet kecil di kemaluan membentuk ulkus (luka) terbuka dan sakit didalam kemaluan.
Tidak ada obat menyembuhkan penyakit herpes, untuk tidak mengganggu maka hal yang dapat membantu untuk meringankannya adalah :
-         Letakkan es diatas ulkus.
-         Buat kompres dengan cara merendam di air dingin yang bersih.
-         Duduk dan rendam bokong di air dingin yang bersih.
-         Campur air bersih dengan baking soda/tepung kanji sehingga berbentuk kental kemudian di atas ulkus.
Penting :
-         Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah menyentuh ulkus.
-         Hati – hati jangan menyentuh ulkus.
-         Coba hindari hubungan seksual sewaktu mengalami ulkus herpes.


XII.           
5.      Chanroid
Adalah jenis PMS yang disebabkan bakteri.
Tanda – tanda :
-         Satu/lebih ulkus yang lunak dengan sakit di alat genitalia dan anus sering berdarah.
-         Kelenjar limpa dipangkal paha mungkin membesar.
-         Demam ringan.

6.      HIV/Aids
Adalah suatu penyakit PMS yang disebabkan oleh virus di sebut dengan HIV = Human Immunodeficiency Virus. Virus tersebar dalam darah, cairan vagina atau cairan semen pada laki – laki. Obat untuk AIDS belum ada. Bila mungkin resiko tinggi terkena HIV/AIDS.
Untuk melindungi :
-      Hindari melakukan hubungan seksual diluar nikah.
-         Menjaga jarak dengan teman yang sudah terkenah HIV.
-         lebih dekat dengan keluarga dan mendalam ilmu agama.
-         Hindari pemakaian jarum suntik yang bergantian.

7.      Konjungtivis neonatorum
      Adalah suatu infeksi pada konjungtiva (bagian putih mata) dan selaput yang melapisi kelopak mata.
Penyebab:
-Kongjungtivis neonatorum didapat ketika bayi melewati jalan lahir dan organism penyebabnya adalah bakteri yang biasanya ditemukan divagina
-yang paling sering menyebabkan kongjungtivis neonatorum adalah Chlamydia.
-virus juga bisa menyebabkan konjungtivis neonatorum yang paling sering adalah virus herpes simpleks.

Pencegahan:
-untuk mencegah kongjungtivis, kepada bayi baru lahir secara rutin duberikan salep atau tetes mata perak nitrat, eritromisin atau tertasiklin. dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
-kepada bayi yang ibunya menderita gonore diberikan suntikan antibiotik seftriakson, dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya.
8.      Chancroid (ulkus molle)
Merupakan penyakit kelamin yang akut ditandai oleh ulkus yang sangat nyeri yang muncul pada tempat inokulasi, biasanya pada genitalia luar, biasanya disertai dengan limfadenopati inguinal supurativa.
Penyebab: Haemophylus ducreyi, suatu streptobasilus gram negatif.
Masa inkubasi: 4-7 hari

9. Kondiloma Akuminatum (jengger ayam)
Penyebab: HPV (Human Papiloma Virus)
HPV masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit sehingga kondiloma sering timbul pada daerah yang mudah mengalami trauma saat hubungan sex.
Masa inkubasi: 1-8 bulan.
Kelainan yang masih baru berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan, kalau sudah lama berwarna kehitaman, permukaan berjonjot.
     1.      Pengobatan Kondiloma
Bila besar dapat dilakukan pembedahan dengan cara listrik (kauter).
Bila masih kecil dapat dicoba dengan obat-obatan yang dioleskan pada kondiloma tetapi perbaikan baru nampak 1-2 bulan setelah pengobatan (pasien harus sabar), dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Virus tidak dapat hilang dari badan sehingga penyakit ini dibawa seumur hidup.
10.  Limfogranuloma Venereum
Penyakit menular seksual yang menyerang sistem saluran limfe dan kelenjar limfe, terutama daerah inguinal, anus dan rektum.
Penyebab: Chlamidya trachomatis
Masa inkubasi 3-20 hari.
Gejala didahului dengan demam, menggigil, sakit kepala kemudian diikuti pembesaran kelenjar inguinal yang nyeri dan terasa panas bewarna kemerahan yang kemudian melunak dan bernanah
11.  Kandidosis Vaginal
Merupakan penyakit jamur yang bersifat akut pada vagina atau vulva.
Penyebab: jamur Candida albicans
Gejala khas berupa rasa gatal/iritasi disertai keputihan yang berbau. Keputihan biasanya banyak dan disertai tanda-tanda peradangan.
Pemeriksaan mikroskop untuk melihat hifa jamur.
Pengobatan diberikan anti jamur, bukan antibiotik.
Infeksi jamur dapat terjadi karena beberapa faktor:
     1.      Perubahan fisik: hamil, kegemukan
     2.      Umur: orang tua dan bayi mudah terkena
     3.      Faktor daya tahan tubuh.
     4.      Faktor kebersihan kulit
     5.      Kontak langsung dengan penderita
     6.      Penggunaan antibiotik jangka panjang membuat jamur bertambah subur.


12.     Trikomoniasis
Merupakan infeksi saluran urogenital yang bersifat akut dan kronis
Penyebab: Trichomonas vaginalis
Masa tunas: 4 hari sampai 3 minggu
Pada wanita ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning ke hijauan, berbusa dan berbau tidak enak.
-Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskop.

DAFTAR PUSTAKA

Powerpoint dr. Andrianto, Sp.OG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar