Selasa, 04 Oktober 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERNIKAHAN DINI

I.                     IDENTIFIKASI MASALAH
Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.
Berdasarkan ilmu kesehatan pernikahan yang terjadi pada usia dibawah 20 tahun dapat berakibat buruk pada kesehatan reproduksi. Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan, didapatkan jumlah remaja putri 80 orang dengan persentase 16% melakukan perkawinan di usia kurang dari 20 tahun. Didapatkan pula jumlah 574 KK dengan persentase 52% istrinya menikah saat usia kurang dari 20 tahun.
Berdasarkan pendataan tersebut dan mengingat bahayanya dampak pernikahan dibawah usia 20 tahun maka mahasiswi mencoba memberikan informasi tentang pernikahan di bawah usia 20 tahun beserta dampak yang akan terjadi karena kurangnya pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dibawah usia 20 tahun.
II.                PENGANTAR            
          Bidang Studi                     : Kesehatan Masyarakat  
          Topik                                 :Pernikahan
Sub Topik                          : Pernikahan Dini
Sasaran                              :Para Remaja dan Keluarga
Hari Tanggal                      :  Rabu, 14 September 2016
Jam                                    : 08.00 Wib-Selesai
Waktu                                : 20 menit
Tempat                               :  Jln wirajaya 1, Pakjo

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta penyuluhan dapat mengerti tentang pernikahan dini
IV.                INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah selesai diadakan penyuluhan, peserta  diharapkan dapat  :
-       Mengerti pengertian tentang pernikahan dini
-       Mengetahui tahapan-tahapan pada masa remaja
-       Mengetahui tentang tanda-tanda perubahan masa remaja
-       Mengetahui peran remaja dalam masyarakat
-       Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seks pranikah
-       Mengetahui akibat dari seks pranikah
V.                MATERI
Terlampir
VI.               METODE :
A. Ceramah
B. Tanya jawab
VII.          MEDIA :
A.    Materi Sap 
B.     Leflet
C.     LCD
D.      Laptop
VIII.       KEGIATAN KEMBELAJARAN
NO
WAKTU
Kegiatan Penyuluhan

1.       
2 Menit
1.)     

2.)     
Pembukaan:
Memberi salam                                                    1.
Menjelaskan tujuan penyuluhan                          2.


Menjawab salam
Mendengarkan dan memperhatikan.
2.       
8 menit
1.)     


a.        
b.       

c.        
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi :
Pengertian Pernikahan dini
Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
Dampak pernikahan dini

Mendengarkan dan menyimak pembicara
3.       
4 menit



a.        
b.       

c.        
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
Pengertian Pernikahan dini
Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
Dampak pernikahan dini

Bertanya dan menjawab pertanyaan
4.       
1 menit
Penutup:
Mengucapkan terimakasih dan salam
Menjawab salam

IX.             PENGESAHAAN,                                                             Palembang,          2016
Sasaran                                                                                                 Pemberi Penyuluhan


Remaja                                                                                              Ayu Nurul Lestari
Mengetahui,
Dosen Pembimbing


Rina Nursanti, SKM, M.Kes



X.                EVALUASI
A.    Essay
B.     Pertanyaan
a.        Pengertian Pernikahan dini
b.      Factor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini
c.       Dampak pernikahan dini

XI.             LAMPIRAN MATERI
A.    Pengertian Pernikahan Dini
Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.
Menurut agama pernikahan dini adalah pernikahan sebelum seorang anak baligh.
B.     Factor yang Menyebabkan Terjadinya Pernikahan Dini
·         Adanya perjodohan yang dilakukan orang tua.
·         Para orang tua ingin mempercepat perkawinan dengan berbagai alasan ekonomi, sosial anggapan tidak penting pendidikan bagi anak perempuan dan stigma negatif terhadap status perawan tua.
·         Hal yang sama juga jika anak yang putus sekolah tersebut menganggur. Dalam kekosongan waktu tanpa pekerjaan membuat mereka akhirnya melakukan hal-hal yang tidak produktif. Salah satunya adalah menjalin hubungan dengan lawan jenis, yang jika diluar kontrol membuat kehamilan di luar nikah.
·         diajukannya pernikahan karena anak-anak telah melakukan hubungan biologis layaknya suami istri. Dengan kondisi seperti ini, orang tua anak perempuan cenderung segera menikahkan anaknya, karena menurut orang tua anak gadis ini, bahwa karena sudah tidak perawan lagi, dan hal ini menjadi aib.
·         Hamil sebelum nikah
C.    Dampak pernikahan dini
1.         Dampak biologis
Anak secara biologis alat-alat reproduksinya masih dalam proses menuju kematangan sehingga belum siap untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya, apalagi jika sampai hamil kemudian melahirkan. Jika dipaksakan justru akan terjadi trauma, perobekan yang luas dan infeksi yang akan membahayakan organ reproduksinya sampai membahayakan jiwa anak. Patut dipertanyakan apakah hubungan seks yang demikian atas dasar kesetaraan dalam hak reproduksi antara isteri dan suami atau adanya kekerasan seksual dan pemaksaan (penggagahan) terhadap seorang anak. Anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar, selama kehamilan atau melahirkan, dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun. Sementara itu, anak yang menikah pada usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar.
2.         Dampak psikologis
Secara psikis anak juga belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, sehingga akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan. Anak akan murung dan menyesali hidupnya yang berakhir pada perkawinan yang dia sendiri tidak mengerti atas putusan hidupnya. Selain itu, ikatan perkawinan akan menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan (Wajar 9 tahun), hak bermain dan menikmati waktu luangnya serta hak-hak lainnya yang melekat dalam diri anak. Menurut temuan Plan, sebanyak 44 persen anak perempuan yang menikah dini mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan tingkat frekuensi tinggi. Sisanya, 56 persen anak perempuan mengalami KDRT dalam frekuensi rendah.
3.         Dampak Sosial
Fenomena sosial ini berkaitan dengan faktor sosial budaya dalam masyarakat patriarki yang bias gender, yang menempatkan perempuan pada posisi yang rendah dan hanya dianggap pelengkap seks laki-laki saja. Kondisi ini sangat bertentangan dengan ajaran agama apapun termasuk agama Islam yang sangat menghormati perempuan (Rahmatan lil Alamin). Kondisi ini hanya akan melestarikan budaya patriarki yang bias gender yang akan melahirkan kekerasan terhadap perempuan. Di bidang pendidikan, perkawinan dini mengakibatkan si anak tidak mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Hanya 5,6 persen anak kawin dini yang masih melanjutkan sekolah setelah kawin.

Lampiran kegiatan

No.
Kegiatan mahasiswa
Kegiatan peserta
1.
Pre conference (10’)
1.          Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
2.          Apersepsi dengan memberi pertanyaan dan menggali pengetahuan remaja tentang pernikahan dini
3.          Menyempurnakan pendapat remaja.

Membalas salam
Menjawab dan memberi pendapat

Memperhatikan
2.
Pelaksanaan (35’)
1.      Menjelaskan definisi pernikahan dini
2.      Menjelaskan penyebab pernikahan dini
3.      Menjelaskan  dampak pernikahan dini

Mendengarkan
Memperhatikan

Memperhatikan
3.
Post conference (15’)
1.      Menyimpulkan hasil pemberian ceramah
2.      Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya langsung

Memperhatikan
Mengajukan pertanyaan








.         DAFTAR PUSTAKA
Bimo Walgito, 1981, Pengantar Psikologi Umum, Edisi III, Yayasan Penerbit Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta
 Tri Rusmi Widayatun, 1999, Ilmu Perilaku, Infomedika
   http://alfiyah23.student.umm.ac.id/2010/01/29/dampak-pernikahan-dini/












Tidak ada komentar:

Posting Komentar