SATUAN ACARA
PENYULUHAN (SAP) REMAJA
I. IDENTIFIKASI MASALAH
Seiring
berkembangnya jaman baik perkembangan tekhnologi ataupun kebudayaan banyak
dampak-dampak yang di timbulkan baik dampak positif maupun dampak
negatif. Salah satu dampak negatif dari perkembangan tekhnologi
dan budaya adalah Married by Accident (MBA).Mungkin kita pernah atau
bahkan sering mendengar istilah Married by Accident (MBA). Ya,
istilah ini bisa dibilang cukup “populer” di masyarakat, khususnya pada kalangan
remaja. MBA adalah pernikahan yang terjadi akibat adanya hubungan yang
“dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita) tanpa ada status yang
resmi atau sah. Dan itu terjadi karena kecelakaan atau hamil diluar nikah
sehingga mau tidak mau harus dilakukan penikahan karena sudah terlanjur
hamil.MBA dapat terjadi karena pergaulan bebas, miras, atau seks bebas.
Kasus MBA ini memang bisa terjadi pada siapa saja
tetapi biasanya kasus ini banyak terjadi pada usia remaja (remaja awal – remaja
akhir). Mengapa banyak terjadi di usia remaja karena banyak faktor yang
mendorong atau mendukung sehingga dapat terjadinya Married by
Accident ini. Salah satu faktornya adalah pergaulan bebas. Pergaulan
bebas yang merebak di kalangan remaja ini bisa dibilang sebagai faktor utama
MBA. Sifat khas pada usia remaja yaitu ingin mencoba hal baru dan tidak
memikirkan apakah yang dilakukannya tersebut akan membawa perubahan baik atau
buruk.
II. PENGANTAR
Bidang
studi : Promosi Kesehatan
Topik :
Married By Accident (MBA)
Sub
topik :
Pentingnya Pengetahuan Mengenai Dampak MBA
Sasaran :
Remaja
Hari/tanggal :
Kamis, 15 September 2016
Jam :
11.00 WIB
Waktu :
35 menit
Tempat :
Komplek. Sukajadi Indah
III. TUJUAN INSTRUKSIONAL
UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan
penyuluhan tentang Married By Accident, para remaja diharapkan memahami tentang dampak dari married by
accident (MBA) atau hamil di luar nikah sehingga para remaja dapat waspada
dalam pergaulannya.
IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL
KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti
kegiatan penyuluhan, keluarga dapat menjelaskan kembali:
a. Pengertian Married By Accident
(MBA)
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi MBA
c. Dampak negative dari MBA
d. Pencegahan
MBA
V. MATERI
Terlampir
VI. METODE
A. Ceramah
B. Tanya jawab
VII. MEDIA
A. Materi SAP
B. Powerpoint
VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan penyuluhan
|
Kegiatan peserta
|
|
1
|
5 menit
|
Pembukaan:
1. Memberi salam
2. Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menyebutkan
materi/pokok bahasan yang akan disampaikan
|
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2
|
20 menit
|
Pelaksanaan:
1. Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
a. Pengertian Married By
Accident (MBA)
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi
MBA
c. Dampak MBA
Pencegahan
MBA
P
|
Mendengarkan dan menyimak
pembicara
|
|
3
|
5 menit
|
Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk
mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
a. Pengertian Married By
Accident (MBA)
b. Faktor yang mempengaruhi MBA
c. Dampak MBA
Pencegahan
MBA
P
|
Bertanya dan menjawab
pertanyaan
|
|
4
|
5 menit
|
Penutup:
Menyimpulkan
materi yang telah disampaikan
Mengucapkan terima kasih dan
salam
|
Menjawab salam
|
IX. PENGESAHAN
Palembang, 15 September 2016
Sasaran Pemberi penyuluhan
Remaja Fitria
Ramadhani
Mengetahui,
Dosen pembimbing
Rina Nursanti, SKM, M.Kes
X. EVALUASI
A. Essay
B. Pertanyaan
1. Pengertian MBA
2. Faktor yang mempengaruhi MBA
3. Dampak MBA
4. Pencegahan
MBA
XI. LAMPIRAN MATERI
Married By Accident
A. Pengertian Married By Accident (MBA)
Married By
Accident (MBA) adalah suatu pernikahan yang terjadi akibat
adanya hubungan yang “dilarang” yang dilakukan oleh 2 orang (pria dan wanita)
tanpa ada status yang resmi/sah.
B. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi MBA
1. Faktor ekonomi
Mungkin
mereka (pelaku) merasa mampu untuk membiayai penikahan dan biaya hidup pasca
penikahan. Namun mereka tidak memikirakan hal yang lain karena pernikahan itu
tidak hanya sekedar mampu membiayai biaya hidup namun mereka juga harus mampu
menanggung hal-hal yang timbul pasca pernikahan itu terjadi. Seperti bagaimana
mengurus anak dengan baik ataupun masalah-masalah yang mungkin terjadi saat
pernikahan. Itu munghkin faktor dari segi ekonomi yang menyebabkan mengapa MBA
itu bisa terjadi.
Tapi
selain diatas mereka merasa mampu untuk membiayai pernikahan dan pasca
pernikahan ada juga fenomena yang menyatakan bahwa merekan melakukan MBA karen
keadaan keluarganya yang hidup digaris kemiskinan, untuk meringankan beban
orang tuanya maka mereka (pelaku) melakukan hubungan intim yang menyebabkan
kehamilan. Oleh karena itu kita janganlah beranggapan bahwa perniukahan itu
hanya mampu membiayai biaya hidup saja.
Melainkan juga hal yang lain yang berhubungan
dengan semua tanggung jawab, tuntuttan, resikonya, dll. Karena apabila ketidak
siapan mental “pelaku” untuk menjalankan kehidupan berkeluarga justru akan
membawa kekacauan didalam keluarganya atau KDRT.
2. Faktor Politik
Dari
faktor politik (pengaruh dari luar), mungkin si “pelaku” sering menonton
film-film porno sehingga dia merasa penasaran dengan apa yang dilihat tanpa
memikirkan dampak dari apa yang dilihatnya itu. Dan pergaulan bebas yang
didukung dengan maraknya pariwisata di Klaten seperti losmen yang banyak
seklai terdapat di kota Klaten dengan harga-harga yang dapat dijangkau oleh
ukuran anak-anak remaja yang memudahkan mereka mencari tempat untuk melakukan
hubungan intim yang dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah sehingga MBA
terjadi. Atau seiring berkembangnya tekhnologi banyaknya tempat warnet yang
memungkinkan mereka mengakses film porno. Bahkan ada juga yang memanfaatkan
warnet itu bukan untuk bermain internet atau facebook, chat, tetapi
mereka memanfaatkanya itu untuk berbuat sex. Selain itu lingkungan juga dapat
mempengarui, Maka dari itu kita hendaknya pandai-pandai dalam memilih teman dan
lingkungan bermain kita.
3. Faktor Sosial Budaya
Faktor
sosial budaya meliputi pergaulan bebas, miras, narkoba, free sex, dan
juga broken home. Semuanya faktor itu dapat memicu tindakan MBA
contohnya saja anak mengalami broken home dia akan merasa tidak ada lagi
orang yang sayang kepadanya karena orang tuanya saja malah berpisah. Itu
memnyebabkan dia akan mencari kebahagian diluar rumah seperti miras, narkoba,
atau bahkan free sex. Kalau itu semua terus dilakukan lama-lama si anak
tersebut akan merasa narkoba, miras atau free sex tersebut adalah obat
dikala dia mempunyai masalah. Itu adalah anggapan yang salah yang selama ini
masih digunakan para remaja saat mereka mempunyai masalah justru akan melakukan
hal-hal tersebut. Kalau itu terus dilakukan bukan tidak mungkin MBA akan
terjadi karena seringnya mereka melakukan free sex dan di tambah dengan
miras dan narkoba yang membuat mereka tidak sadar mereka sedang melakukan apa.
C. Dampak MBA
1. Resiko tinggi pada
abortus, karena hamil di usia muda apalagi kehamilan yang tidak diinginkan akan
menyebabkan gangguan psikologis pada wanita, sehingga tumbuh kembang janin pun terhambat.
2.
Pasangan MBA akan merasa malu karena
perbuatan yang dilakukanya atau bahkan mereka akan dikucilkan oleh masyarakat
karena perbuatanya, itu semua akan membuat
mereka merasa frustasi dan yang paling di takuti meraka akan berbuat hal-hal yang tidak
diinginkan seperti bunuh diri.
3.
Keluarga yang terjadi karena MBA itu akan mengalami kegonjangan
karena mereka belum siap dengan apa yang seharusnya belum mereka lakukan dan
juga akan berimbas kepada anaknya kelak.
4.
Biasanya pasangan yang menikah karena kecelakaan akan mengalami
emosional yang tidak terkontrol, sehingga tak jarang pasangan MBA akan
mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
D. Pencegahan MBA
1. Orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka atau
setidaknya prang tua tau kegiatan apa yang dilakukan anak-anaknya. Seandainya
anaknya berada jauh dari pengawasan mereka (kuliah) tidak sepunuhnya melepas
mereka karena kalau itu terjadi anak akan merasa bebas karena tidak ada yang
mengawasinya. Oleh karena itu orang tua tetap memantau dari jauh dengan cara
berkomunikasi lewat hp dll. Orang tua juga harus mampu membibing dan
mengarahkan anaknya seiring majunya tekhnologi yaitu cara pemanfaatanya yang
sekarang ini banyak di salah gunakan yaitu dengan cara untuk mengakses gambar
ataupun film porno dan itu adlah salah satu penyebab dari MBA.
2. Dari diri kita masing-masing
(remaja) janganlah kita salah bergaul dengan orang-orang yang memungkinkan kita
terjerumus hal-hal yang memicu kita melakukan hubungan intim yang akan
mengakibatkan kehamilan atau MBA.
Dapat juga
mengikuti sosialisasi-ssialisasi tentang sex, yang sekarang banyak di
adakan baik dari pemerintah ataupun pihak-pihak swata. Kita juga harus
berorietasi kedepan apa yang kita lakukan itu akan membuat kita lebih baik atau
sebaliknya membuat kita lebih buruk. Selain itu kita juga harus meningkatkan
iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat membuat
peraturan-peraturan yang mungkin dapat mencegah terjadinya MBA tersebut seperti jam kunjungan dibatasi, tamu nginap 24 jam
harap lapor kepada RT/RW setempat.
4. Menyeleksi
budaya-budaya dan tidak semata-mata menelan mentah-mentah tanpa
mempertimbangkan apakah itu cocok untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar